Pesan Damai dari Festival Pesona Danau Limboto 2018


Minggu minggu ini, Kota Gorontalo khususnya yang berada di sekitar Danau limboto akan semakin ramai dan semarak. Pasalnya Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menyelenggarakan sebuah event berskala Internasional di Danau Limboto.

Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) 2018 adalah hasil inisiasi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, dengan mengambil lokasi di Pentadio Resort Danau Limboto sebagai pusat kegiatannya.

Acara yang digelar mulai tanggal 20-25 September 2018 dengan beberapa rangkaian acara seperti Go Multi-Ethnic Carnival in Gorontalo, Go Traditional Row Boat Competition, Go Regional Food Festivals serta Go The Color Run Limboto Lake 10K.

Ketua Panitia FPDL Hen Restu menjelaskan bahwa pelaksanaan event tahunan tersebut akan digelar di sejumlah lokasi, yaitu pesisir danau, Pantai Taulaa, Kecamatan Biluhu dan puncak Dulamayo. Festival ini juga sebagai wadah promosi budaya dan seni, kuliner, kearifan lokal, serta destinasi di Gorontalo.

Danau Limboto yang memiliki luas 3000 Ha ini berada di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Dahulu luas danau ini mencapai 7000 Ha dengan kedalaman mencapai 30 meter, tetapi sekarang kedalaman nya hanya sekitar 2 meter.

Berjarak sekitar 20 KM dari Bandara Jalaludin Gorontalo dengan waktu tempuh 30 menit kita bisa langsung menikmati indahnya pemandangan Danau Limboto. Waktu yang disarankan untuk datang kesini adalah di pagi hari ketika matahari baru muncul, dan ketika sore hari matahari akan tenggelam dengan memantulkan cahaya nya keatas permukaan air danau.

Selain menikmati pemandangan disekitar danau, kita juga bisa menikmati sajian kuliner khas Gorontalo yang ada di rumah makan atau restoran dipinggiran danau Limboto. Beberapa kuliner khas dari Gorontalo diantaranya : Binte Biluhuta, Sate Tuna Gorontalo, Tili Aya, Ayam Iloni, Ilibulo, Sayur Putungo, Bilenthango, Duduli, Kue Karawo, Kue Sabongi, dan Es Brenebon.

Tidak jauh dari danau ini terdapat sebuah benteng peninggalan jaman Portugis yaitu benteng Otanaha yang merupakan sebuah benteng yang dibangun sekitar abad ke 15. Dengan 4 singgahan nya kita bisa langsung memandang ke tepi danau Limboto.
Salah satu hal yang menarik di Kota Gorontalo ini adalah danau Limboto merupakan jalur perlintasan dari migrasinya burung burung liar yang melintas antara bulan Agustus sampai November.
Burung burung itu dari jenis ibis rokoroko (Plegadis falcinellus), cekakak suci (Todirhamphus sanctus), gagang bayam timur (Himantopus leucicephalus) yang berasal dari wilayah benua Australia.
Pembukaan acara Festival Pesona Danau Limboto 2018 dilaksanakan di Pentadio Resort Danau Limboto, dengan panggung utamanya yang berada ditengah danau dan dihiasi oleh makuta terbuat dari ornamen bambu dan lampu lampu yang menambah indah pemandangan diatas danau Limboto.
Acara dibuka dengan tarian kolosal Popa-Eyato yang menggambarkan perdamaian antara dua Raja yaitu Raja Popa di Limboto dan Raja Eyato di Gorontalo di sekitar abad ke-17. Tarian tersebut diperankan para penari yang berasal dari Kabupaten Gorontalo.

Ketua Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Esty Recko Astuty dalam sambutannya menyebutkan Festival Pesona Danau Limboto 2018 ini cara mengemasnya sangat bagus, pembukaannya pun di tengah danau. Ini sudah mewakili bagusnya event disini.

Dalam sambutan selanjutnya Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, menyatakan sangat bersyukur event ini bisa masuk ke dalam 100 Wonderful Event nya Calendar of Event dari Kementerian Pariwisata. Selain bisa mengangkat pariwisata daerah Gorontalo juga semakin menambah kunjungan wisatawan dan pastinya akan meningkatkan sumber pendapatan asli daerah.
Tahun ini Festival Pesona Danau Limboto 2018 mengangkat tema "Danau Limboto, Mutiara Gorontalo" tema ini sarat dengan pesan moral dan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat Gorontalo untuk lebih peduli akan keberadaan Danau Limboto yang semakin memprihatinkan.

Popular Posts