[Review] Serunya Acara Flower Shows & Farmers Market di Fairy Garden by The Lodge


Pertama menginjakkan kaki di tempat ini seolah olah kita dibawa kembali ke masa abad pertengahan dengan background benteng dan kastil yang besar. Bukan, kita bukan sedang berada di Roma atau di negeri Persia. Tapi kita sedang berada di Fairy Garden by The Lodge, sebuah destinasi wisata yang berada di Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang menawarkan pengalaman berbeda ketika berwisata.
Fairy Garden by The Lodge ini merupakan salah satu dari unit bisnis The Lodge Group, selain The Lodge Maribaya dan Mulberry Hills by The Lodge. Fairy Garden by The Lodge merupakan sebuah family edutainment park yang mengajak para pengunjung khususnya anak-anak untuk belajar mengeksplorasi indera mereka dan menuangkan berbagai kreatifitasnya di berbagai aktivitas yg kami tawarkan.
Sabtu pagi saya sudah harus berangkat karena jarak tempuh dari rumah ke Fairy Garden hampir mencapai 50 KM atau 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Tapi karena memang sudah menjadi rutinitas dan kewajiban untuk datang ke acara tersebut semua dijalani tanpa ada rasa malas ataupun mengeluh.
Ini merupakan kali ketiga saya di undang oleh Fairy Garden by The Lodge untuk meliput acara yang diselenggarakan disini.
Dari tanggal 14-17 Februari 2019 kemarin berlangsung acara Flower Shows & Farmers Market, acara yang diselenggarakan oleh Fairy Garden by The Lodge untuk kedua kalinya ini terinspirasi dari wahana di Fairy Garden yang bernama Florania, dimana anak-anak diajarkan untuk mencintai dan merawat tumbuhan.
Tujuan utama Flower Shows & Farmers Market adalah untuk membuka peluang usaha para petani lokal di Cibodas dan Lembang agar dapat mempromosikan dan menjual hasil perkebunan dan pertaniannya seperti tanaman, bunga, sayuran dan buah-buahan di acara ini.
Dan yang membuat acara ini semakin menarik adalah adanya special cabaret performance bersama para peri dan magic guardian. Para penonton begitu antusias menyaksikan pertunjukan bahkan diakhir pertunjukan para penonton diajak untuk ikut menari dan bernyanyi bersama para peri dan magic guardian.

Dan tentu saja sesudahnya para pengunjung khususnya ibu ibu dan remaja putri langsung berebutan untuk bisa selfie atau berfoto dengan para karakter peri apalagi magic guardian nya yang cakep cakep hehehe.

Selain special cabaret performance ada juga mini games seperti fun farming, gold mining dan gold smithing. Untuk gold mining ini para pengunjung (anak-anak) ceritanya diajak untuk mencari "batu emas" didalam kolam kecil yang sudah disediakan.
Nantinya jika sudah mendapatkan 10 buah "batu emas", anak tersebut bisa merasakan membantu para pandai besi untuk membentuk besi yang sudah dipanaskan menjadi sebuah pisau. Sebuah pengalaman yang berbeda tentunya dirasakan oleh anak-anak tersebut, karena bisa berinteraksi langsung dalam pembuatan pisau.
Di area woodland ini tersedia beberapa booth yang menjual sayuran dan buah-buahan hasil dari para petani lokal bercocok tanam. Juga turut berpartisipasi Mulberry Hill by The Lodge, sebuah resort naungan The Lodge Group yang berjarak 500m dari Fairy Garden pun turut membuka booth yang diisi dengan light snacks & coffee; mini games; sayuran dan buah-buahan.

Para pengunjung yang sedang berkeliling di Woodland dihibur dengan suguhan kesenian khas Jawa Barat yaitu Angklung yang diiringi oleh tabuhan kendang dan gitar yang dibawakan oleh warga Desa Cibodas binaan dari The Lodge Foundation.
The Lodge Foundation ini adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh The Lodge Group yang bertujuan untuk memberdayakan warga lingkungan sekitar tempat wisata The Lodge Maribaya. Anak-anak warga desa Cibodas dilatih dalam seni budaya melalui sanggar tari dan pelatihan alat musik angklung.

Aspek lingkungan hidup juga menjadi sasaran dari The Lodge Foundation ini. Selain melakuan kegiatan pembersihan sampah disekitar Desa Cibodas, The Lodge Foundation juga sudah mempunyai Bank Sampah sendiri. Jadi semua sampah organik ataupun yang anorganik yang berasal dari semua destinasi wisata The Lodge Group diolah sendiri yang nantinya dijadikan kompos atau pupuk organik.

Serta The Lodge Foundation ini memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yang berprestasi namun terkendala masalah biaya untuk bersekolah. Dari setiap tiket pengunjung yang masuk, The Lodge Maribaya menyisihkan Rp 1.000 untuk The Lodge Foundation.
Sambil beristirahat menikmati hidangan yang disediakan, saya dan rekan rekan Blogger Bandung berkesempatan menikmati spot spot menarik yang sayang untuk dilewatkan dan diabadikan melalui kamera ataupun smartphone kami. Ada yang berfoto dengan burung hantu, menunggang kuda, bahkan mencoba berpakaian ala gypsy yang langsung diserbu oleh kami.
Fasilitas di Fairy Garden by The Lodge ini terbilang sudah cukup baik walaupun pembangunannya belum mencapai 100 persen. Mulai dari lahan parkir, restoran, stand kuliner, toilet , mushola serta tempat duduk yang tersebar dibeberapa titik. Dan yang cukup membanggakan, Fairy Garden by The Lodge ini sudah ramah untuk penyandang disabilitas walaupun untuk toiletnya belum disediakan khusus untuk para difable.
Ada yang sempat menanyakan mahal gak sih masuk ke Fairy Garden ini?? Jawaban nya TIDAK. Kenapa? karena tiket untuk masuk ke "negeri peri" ini hanya sebesar Rp 35,000 (Fairy Garden + Flower Shows & Farmers Market). Bahkan kita juga ditawarkan paket bundling yang menarik cukup membayar Rp 50.000  itu sudah termasuk tiket masuk ke The Lodge Maribaya + Fairy Garden + Flower Shows & Farmers Market. Coba dimana mahalnya?? Soo, kapan kamu mau mencoba keseruan di Fairy Garden by The Lodge??

Comments

Popular Posts