Cooperative Fair 2019 : Mengajak Generasi Millenial Jabar Peduli Koperasi


Hari Jumat kemarin (23/8) saya berkesempatan bisa menghadiri pembukaan Cooperative Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Metro Trade Center, Metro Indah Mall Bandung.

Cooperative Fair merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat serta pelaku dari provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Kegiatan ini menampilkan lebih dari 100 produk unggulan yang telah dikurasi oleh tim juri.


Acara pembukaan Cooperative Fair ini di hadiri dan dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana hartadji, Ketua Dekranasda Jawa Barat Atalia Praratya, Ketua Bidang Kadin Jawa Barat Cucu Sutara.

Cooperative Fair merupakan ajang pameran, promosi dan pemasaran produk kreatif unggulan Indonesia sekaligus menciptakan jaringan pemasaran yang seluas-luasnya. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-72 sekaligus ulang tahun Provinsi Jawa Barat ke-74 yang jatuh pada tanggal 19 Agustus.


Adapun produk yang akan tampil dalam pameran ini diantaranya, kuliner, fashion, craft handmade, alas kaki, makanan dan minuman serta produk lainnya dari anggota koperasi berbagai UMKM yang inovatif, kreatif, unik dan inspiratif dari Kabupaten/Kota se Jawa Barat, organisasi perangkat daerah Provinsi, komunitas industri kreatif, kuliner kreatif termasuk unsur dari perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, Dinas KUK Jabar ingin mengajak dan mendorong generasi muda untuk paham, mengenal, sekaligus melihat koperasi itu keren. Karena, selama ini generasi milenial kurang paham dan kurang mengenal koperasi. Mereka beranggapan koperasi itu jadul, hanya dikelola generasi tua. Kedepannya diharapkan generasi muda Jabar dapat berperan aktif dalam pembangunan ekonomi Jawa Barat khususnya melalui koperasi.


Selain itu, Dinas KUK Jabar mendorong koperasi lebih melek Teknologi Informasi. Sebab, para start up (wirausaha pemula) lebih didominasi kalangan anak muda yang lebih melek teknologi sehingga koperasi didorong melek TI agar mampu merangkul kalangan milenial.

Menurut Kepala Dinas KUK Jabar Kusmana hartadji, para pelaku koperasi, diberikan bimbingan teknik, pendampingan dan pemberian aplikasi laporan keuangan berbasis online. Dengan sistem online ini, koperasi dapat memberikan laporan keuangan secara riil time dan dapat dilihat oleh anggota sebagai pemilik dan pengguna koperasi.


"Kami dorong melalui program Digitalisasi Koperasi. Tahun 2019, sebanyak 200 koperasi di Jawa Barat dapat melakukan laporan keuangan berbasis online dan pemasaran menggunakan platform koperasi", jelas Kusmana.

Sementara untuk generasi muda dan mendorong era koperasi yang modern telah dibuat aplikasi kopsismart. Pihaknya berharap aplikasi koperasi ini membuat siswa dapat bertransaksi dengan online.

Kami juga mendorong koperasi mampu bersaing dengan adanya pelatihan e-commerce bagi koperasi dalam mendorong koperasi siap dan memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung usaha, pungkasnya.

Comments

Popular Posts