Koperasi Digital Untuk UKM GO Internasional


Seperti yang kita tahu koperasi merupakan salah satu elemen penting dalam pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perkembangan teknologi serta revolusi industri 4.0 secara tak langsung semakin meningkatkan kualitas dari Koperasi. Revolusi terjadi dengan fokus pada Internet of Things (IoT) dan Artificial Intellegence (AI).


Dampak reformasi total dalam lima tahun terakhir ini, koperasi telah menunjukkan progres peningkatan kualitas yang luar biasa berkat kerja sama dari berbagai pihak. Hasilnya terlihat dari peningkatan signifikan PDB (Produk Domestik Bruto) Koperasi terhadap PDB Nasional. Bila tahun 2014 PDB Koperasi hanya 1,71%, pada tahun 2018 sudah meningkat menjadi 5,1%.

Seiring perubahan tersebut koperasi yang sudah memasuki usia ke 72 tahun ini mulai beralih kearah digital atau koperasi digital. Yang tidak hanya bergerak di bidang ekonomi saja layaknya koperasi konvensional.

Koperasi saat ini harus dikembangkan dalam semangat kolaborasi yang nantinya menjadi pondasi perubahan model bisnis yang sedang terjadi saat ini yakni Ekonomi Kolaborasi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital yang akan menjadi salah satu model bisnis kekinian yang banyak dilirik oleh kalangan milenial.


Sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong kegiatan perekonomian berbasis teknologi (digital economic) harus dijawab dengan mengubah paradigma bisnis jika koperasi masih ingin bertahan dan eksis di era digital. Bagaimanapun juga
persaingan bisnis telah bergeser menjadi kemitraan bisnis, di mana peluang bisnis digarap melalui kemitraan yang mengedepankan value chain.

Koperasi di era industri 4.0 sudah seharusnya memiliki website atau aplikasi yang memudahkan anggota dan pengurusnya untuk bisa saling berhubungan. Para pelaku koperasi terlebih dahulu diberikan bimbingan teknik, pendampingan dan pemberian aplikasi laporan keuangan berbasis online.

Dengan sistem online ini, koperasi dapat memberikan layanan laporan keuangan secara riil time, pembelian barang, peminjaman, cek Sisa Hasil Usaha (SHU), dan sebagainya sangat dipermudah dengan layanan secara online dan dapat dilihat oleh anggota sebagai pemilik dan pengguna koperasi.


Salah satu perusahan di Indonesia yaitu PT. Multi Inti Digital Bisnis (MDB) telah berhasil mengembangkan sebuah aplikasi finansial bagi koperasi secara online bernama coopRASI. Melalui aplikasi ini anggota dapat melihat simpanan, pinjaman, hingga melalui smartphone. Diharapkan dengan aplikasi ini operasional koperasi dapat dilakukan secara digital dan praktis.

Selain itu dengan adanya aplikasi coopRASI diharapkan usaha kecil menengah (UKM) di dalam negeri bisa naik tingkat dan Go Internasional. Dan produk produk UKM yang dihasilkan bisa lebih dikenal lagi oleh negara negara di dunia.


Menurut Kementerian Koperasi dan UKM serta data BPS tahun 2017, Usaha Besar yang ada di dalam negeri yang memiliki omzet/tahun lebih dari 50 Miliar, dan asset lebih dari 10 Miliar hanya 5.460 unit saja atau hanya 0.01%.

Usaha Menengah yang memiliki omzet/tahun 2,5 Miliar sampai dengan 50 Miliar, dan aset mencapai 500 Juta sampai denggan 10 Miliar berjumlah 58.627 unit atau hanya 0.09%. Lalu Usaha Kecil dengan omzet/tahun 300 Juta sampai 2,5 Miliar, dan asset 50 Juta sampai dengan 500 Juta berjumlah 757.090 unit atau sebesar 1,20%.

Sedangkan untuk Usaha Mikro yang memiliki omzet/tahun 300 Juta dan asset mencapai 50 Juta kurang lebih berjumlah 62.106.900 unit atau mencapai 98,70%. Cukup terlihat perbedaan jumlah yang mencolok dari skala usaha yang ada di Indonesia ini.

Peningkatan kemampuan UKM untuk berkembang secara berkelanjutan tergantung kepada peluang usaha, bahan baku, pembiayaan, ketrampilan, jaringan usaha, pasar, peningkatan akses UKM, dan teknologi. Diharapkan dengan perubahan koperasi menjadi digital semakin memperbesar peluang UKM kita untuk Go Internasional.


Comments

Popular Posts