[Review] Toko Barang Mantan : Solusi Jitu Yang Mau Move on Dari Kenangan Mantan


Pernah dengar pepatah "Buanglah Mantan Pada Tempatnya"?? mungkin ada sebagian yang membenarkan kalau mantan yang jelek, brengsek, apalagi bau ketek mesti di buang pada tempatnya (tempat sampah) hehehe. Tapi bagaimana kalau mantan nya itu baik dan punya kenangan melalui suatu pemberian atau barang?

Daripada barang pemberian sang mantan itu dibuang, mendingan barangnya dijual aja di Toko Barang Mantan. Ini bukan iklan toko online yang lagi gebyar promo, tapi ini adalah salah satu pesan yang saya petik ketika menghadiri first screening Film Toko Barang Mantan di Cinema XXI Epicentrum Selasa sore kemarin.


Film dari MNC Pictures ini merupakan garapan sutradara Viva Westi dan penulis Titie Wattimena serta Lukman Sardi sebagai creative producer. Film Toko Barang Mantan ini bercerita tentang lika liku perjalanan Tristan (Reza Rahardian) dalam mengembangkan Toko Barang Mantan yang dibantu oleh Rio (Iedil Dzumhar) serta adiknya Tristan, Amel (Dea Panendra).

Toko yang berawal dari bazaar di kampus tempat nya Tristan kuliah ini mempunyai konsep sebagai tempat jual beli barang barang peninggalan dari sang mantan pacar dengan menjelaskan sejarah dari barang tersebut. Jadi intinya yang mau dibeli oleh Toko Barang Mantan ini bukan cuma benda nya tetapi sejarah benda nya juga.


Oh iya sedikit menggambarkan karakter Tristan seorang mahasiswa semester akhir yang masih belum mau membereskan skripsinya karena lebih asyik dengan Toko Barang Mantan nya yang dia kembangkan, serta memiliki sedikit hubungan yang kurang baik dengan ayah nya dikarenakan ayahnya menikah lagi setelah ibunya Tristan meninggal.

Selain itu penampilan Tristan yang super cuek dengan rambut gondrong nya, cenderung (sedikit) rese, mau benar sendiri, difensif, temperamental, denial, romantic in the way (katanya) tapi mampu meluluhkan hati Laras (Marsha Timothy) seorang gadis yang smart, cantik, pokoknya pujaan para cowok di kampus.


Kondisi Toko Barang Mantan yang sepi dan mulai mengalami krisis keuangan mau tak mau harus membuat Tristan memutar otak untuk membuat toko tetap berjalan dan mempunyai masa depan. Ditengah kepusingan Tristan soal masalah tadi, tiba tiba datanglah Laras mengunjungi toko tersebut.

Laras yang merupakan mantan Tristan yang menghilang beberapa tahun setelah lulus kuliah, muncul kembali dihadapan nya. Ada sedikit perasaan senang dan rindu yang Tristan rasakan ketika itu. Tetapi sebenarnya Laras datang justru untuk memberikan undangan pernikahan nya dengan Nino, pacar nya.


Perubahan mimik Tristan langsung terlihat berubah mendengar kabar tersebut. Ekspresi ekspresi konyol mulai muncul dari Tristan setelah Laras meninggalkan toko. Amel dan Rio lah yang akhirnya menjadi tempat curhat Tristan menghadapi kegalauan nya.

Tristan yang tadinya menaruh harapan bisa kembali berhubungan dengan Laras, akhirnya harus mengubur dalam dalam keinginannya itu. Karena bagaimanapun juga Laras adalah mantan yang tak pernah bisa Tristan lupakan hingga saat ini. Bahkan jam tangan pemberian nya pun masih disimpan dengan baik oleh Tristan. Tetapi ketika ditanyakan oleh Laras, Tristan menjawab sudah menjual jam tangan tersebut.


Esoknya Laras kembali mendatangi toko dengan tujuan meminta saran kepada Tristan untuk memilihkan souvenir pernikahannya. Dan Tristan hanya meledek Laras bahwa calon suaminya itu mempunyai selera yang rendah, sehingga Laras lebih meminta pendapat kepada dirinya.

Ada beberapa adegan yang menjadi penghibur disela rumitnya suasana yang sedang terjadi saat itu. Mulai dari tingkah para tetangga toko, hingga beberapa karakter pengunjung yang menjual barang yang cukup aneh. Mulai dari sisir, sepatu couple, tiket bioskop, hingga cowok yang menjual aksesoris sex mantan nya yang salah menyebutkan nama Tristan menjadi Threesome (uppss..).


Beberapa hari berikutnya Laras datang lagi ke toko justru karena ingin menjual cincin pemberian dari Nino. Ternyata Laras memilih untuk membatalkan rencana pernikahannya dengan Nino, alasannya karena Nino sudah mengambil sebuah keputusan besar yang tidak melibatkan Laras.

Hal itu membuat Tristan kembali menemukan semangat hidupnya. Seakan ingin bernostalgia dengan masa masa lalu ketika mereka berpacaran, Tristan makin sering jalan bareng dengan Laras. Konflik terjadi ketika cincin Laras yang dipajang di toko tersebut laku dan Rio ataupun Amel tidak mengetahui bahwa yang membeli cincin tersebut adalah Nino calon suaminya Laras.


Pertengkaran pun terjadi tatkala Tristan melihat Laras memakai cincin yang telah dijualnya dahulu. Perdebatan tentang masa lalu kembali dibahas ketika Laras mempertanyakan tentang rasa cinta Tristan kepadanya, yang tak pernah dianggap serius karena menurut Tristan cinta itu tak harus diucapkan, cukup dirasakan.

Ini menjadi titik balik untuk kehidupan Tristan ketika Laras memilih meninggalkan nya karena tidak ada yang berubah dari sifat Tristan sejak dulu terutama sikap dia yang tidak menyelesaikan skripsinya. Dengan ditemani Amel, Tristan mencoba mendatangi dekan untuk menyelesaikan skripsinya. Tapi ternyata Tristan harus menyelesaikan dahulu administrasi di kampusnya, dan hal itu membuat Tristan gusar.


Tristan berusaha memutar otak untuk mencari dan untuk melunasi biaya kuliahnya sekaligus membayar biaya sewa toko yang sudah meped deadline pembayarannya. Tristan berusaha menghubungi Ayah nya untuk meminta bantuan, tapi responnya malah menambah Tristan kesal. Sebenarnya kalau memang niat, Tristan bisa memanfaatkan Rio yang notabene anak orang kaya untuk membantunya. Tapi hal itu bukan sifat dari Tristan.

Akhirnya Tristan memutuskan untuk menjual barang barang di Toko Barang Mantan secara online, yang memang pada awalnya sudah diusulkan oleh Amel tetapi Tristan menolaknya. Singkat cerita penjualan secara online cukup meningkat, dan mulai membuat pusing Tristan yang harus membuat cerita dari setiap barang yang dijual tersebut.


Ditengah kegalauan Tristan masih menyimpan sebuah cincin yang rencananya dulu akan diberikan kepada Laras sebagai tanda keseriusannya. Dan akhirnya Tristan memilih untuk move on dari Laras dengan menjual cincin ri Toko Barang Mantan.

Perpecahan antara Tristan dan Amel mencapai puncaknya ketika mulai banyak pelanggan yang komplen tentang cerita barang yang dijual tidak sesuai aslinya. Amel memilih bekerja di cafe sebagai penyanyi dan meninggalkan toko yang menyisakan Tristan dan Rio.


Tristan menyadari semua hal yang terjadi selama ini merupakan efek dari semua sifat nya yang tidak mau menerima masukan dari orang lain. Perubahan sikap Tristan mulai terlihat. Satu persatu masalah dia berdesakan. Dia menyelesaikan skripsi nya, dan hubungan dengan keluarganya makin membaik.

Klimaks dari film ini disaat Tristan lebih memilih meneruskan karirnya sebagai pengacara dan menyerahkan Toko Barang Mantan kepada Rio dan Amel sebagai hadiah pertunangan mereka. Kabar baiknya cincin milik Tristan sudah ada yang membeli. Dan taraaaa yang membelinya adalah Laras.


Banyak pesan yang dapat dipetik didalam film Toko Barang Mantan ini, ketika menjalani sebuah hubungan sikap seseorang sangat diperlukan. Karena cewek butuh kepastian, dan cinta itu nggak butuh syarat.  Selain itu banyak cameo yang muncul di film Toko Barang Mantan ini seperti Roy Marteen, Widi Mulia, Brigitta Cynthia, Cemen, Fendy Chow, Gading Marteen, dan banyak lagi.


Comments

  1. kalo soal akting, kedua artis ini udah nggak diragukan lagi. jam terbangnya juga udah tinggi dan udah memerankan berbagai peran. bentar lagi tayang nya ya kak. bisa masuk list buat nonton sama suamik ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, tayang tanggal 20 Februari sekarang kak

      Delete
  2. ya ampun lucu banget ide ceritanya ya. jadi pingin nonton deh

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts