Naringgul : Keindahan Lembah Seribu Curug Di Selatan Jawa Barat


Saya memutuskan untuk memilih arah lurus dari Alun-Alun Sindangbarang menuju Bandung dengan menyusuri jalan yang membentang di pesisir pantai Selatan Cianjur. Sengaja rute itu saya ambil dengan harapan bisa lebih cepat sampai ke rumah dibandingkan menggunakan rute biasa melalui Cianjur.

Hari itu saya sekeluarga baru saja berkunjung dari rumah Ibu di daerah Agrabinta, sebuah Kecamatan di ujung Selatan Kabupaten Cianjur. Terkadang saya sering berkelakar bahwa Agrabinta itu batas negara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia. Coba saja lihat di google maps, hanya terhalang Samudera Indonesia bukan? hehehe.

Balik lagi ke jalan yang akan dilalui nanti, ini adalah kali kedua saya melewati jalur menuju Bandung ketika beberapa waktu yang lalu camping di pantai Lugina Agrabinta. Saya terkesima melihat indahnya pemandangan di sepanjang perjalanan dari Sindangbarang, Cidaun, hingga Naringgul.


Pantai yang membentang di sepanjang jalan Sindangbarang, melintasi beberapa muara dan jembatan di daerah Cidaun, bahkan beberapa tambak udang atau mungkin bandeng yang terlihat dibeberapa tempat menuju ke Naringgul.

Sebenarnya masih ada satu pantai lagi yang sangat terkenal di pesisir Selatan Cianjur yakni pantai Jayanti di perbatasan Cidaun menuju Garut. Tapi sayang tidak melewati rute menuju ke pantai tersebut karena akan lebih jauh memutar ke Rancabuaya, Cisewu, baru Pangalengan.

Dimanakah Naringgul itu?
Saya pun akan menanyakan hal yang sama ketika awalnya belum pernah mengetahui tentang Naringgul ini. Naringgul sendiri terletak di sebelah Selatan Provinsi Jawa Barat dan masuk kedalam wilayah Kabupaten Cianjur.


Meskipun masuk ke wilayah Cianjur, Naringgul secara geografis justru lebih dekat ke daerah Bandung khususnya Ciwidey yang hanya membutuhkan waktu 90 menit perjalanan. Berbanding dengan waktu yang ditempuh jika harus menuju pusat kota Cianjur sekitar 8 jam.

Dengan ketinggian sekitar 1200 mdpl, di sepanjang jalan Naringgul dikelilingi lembah dan pesawahan dan tentunya puluhan bahkan mungkin ratusan air terjun yang sangat menyejukkan mata. Salah satu air terjun atau curug yang sangat menarik buat saya adalah Curug Ceret yang berada di pinggir jalan Naringgul - Ciwidey.


Dengan ketinggian air terjun nya sekitar 30 meter dan curah airnya saat musim hujan sangat deras, sehingga ketika turun akan mencipratkan airnya. Dari situlah nama nama Curug Ceret muncul karena cipratan (ceretan) air nya yang turun.

Kecamatan Naringgul juga dikenal sebagai wilayah ‘seribu curug’ karena banyaknya curug yang ada disana seperti Curug Dendeng, Curug Taraje, Curug Batu Ngomong, Curug Ceret, Curug Tutugan, dan Curug lainnya yang belum bernama mencapai puluhan bahkan ratusan.

Source : https://instagram.com/herdiseptian07

Terkadang terbersit di pikiran bagaimana jika potensi wisata alam yang sangat berlimpah ini dikelola dan dioptimalkan dengan memberdayakan masyarakat sekitar? Sudah tentu kesejahteraan yang akan tercipta jika alur dan sistem yang digunakan sesuai dengan koridor nya.

Sepanjang perjalanan saya tak henti henti berdecak kagum melihat indahnya pemandangan yang Tuhan hadirkan di Naringgul ini. Jalan berkelok seperti layaknya ular yang membelah persawahan ditengah lembah dan tebing tinggi yang menjulang. Naringgul ini hidden paradise nya Jawa Barat menurut saya.

Source : https://instagram.com/ahmadsopung

Saya membayangkan lembah di Naringgul ini seperti lembah Harau di Sumatera Barat sana, meskipun tidak 100% menyerupai. Jalanan yang berkelok serta turun naik menjadikan jalan Naringgul ini rute favorit bagi para penyuka touring menggunakan sepeda motor.

Selain jalurnya relatif sepi, sepanjang perjalanan pun kita bakal disuguhkan beberapa tempat wisata dan check point untuk beristirahat yang sangat cocok untuk kunjungan singkat. Sebut saja tanjakan mala yang dulunya lebih dikenal sebagai tempat rawan kecelakaan bahkan bencana.

Source : https://maps.app.goo.gl/naKast5PThXhBs9R9

Tetapi kini malah berubah menjadi check point untuk beristirahat dikala musim mudik tiba. Bahkan seiring berjalannya waktu, tanjakan mala yang disisi-sisi tebingnya dipasangi jala untuk penahan longsor, malah menjadi tempat untuk berselfie ria. Dinding tebing yang dipasangi jala berwarna hijau ini, menjadi sangat instagramable ketika difoto dan diposting di media sosial.

Tak hanya itu di jalur Naringgul inipun terdapat destinasi wisata alam lainnya yaitu Wana Wisata Gunung Pabeasan. Dari atas bukit atau Gunung Pabeasan ini kita dapat menikmati pemandangan yang terkesan seperti mengelilingi daerah Naringgul ini. Serta ketika sore menjelang malam, kita bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah.

Source : https://instagram.com/_hapidahhhasna10

Sangat disayangkan potensi yang cukup besar yang di miliki Kecamatan Naringgul ini belum bisa dioptimalkan menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Cianjur. Diperlukan 3C dalam membangun iklim pariwisata yang sehat di satu wilayah.

3C tersebut yakni Creative Value (nilai kreativitas), Commercial Value (nilai komersil), dan CeO Commitment (komitmen kepala daerah dalam mengembangkan pariwisata daerahnya). Mudah-mudahan setelah wabah Corona (Covid 19) ini selesai, seluruh elemen negeri ini bisa kembali berbenah untuk menjadikan Indonesia negara yang maju dan makmur. Semoga.






Comments

  1. Waw...what a wonderful trip.Wilujeng kang Dede...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haturnuhun bu dosen tos ngersakeun ngaos artikel abdi 🙏

      Delete
  2. ya Allah itu jalannya mulus amat. Jalan yang deket pantai pemandangannya juga menakjubkan. Jadi inget kalo paa lewat jalan Daendels nih.

    ReplyDelete
  3. wah alamnya yang hijau bikin adem

    ReplyDelete
  4. Semoga segera pulih keadaan. Ingin juga traveling lagi. Tandain nih buat rekomendasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn iya mba utte udah kangen banget pengen traveling nih

      Delete
  5. Ahh, pengen balik lagi ke sini, jalannya keren banget itu menyusuri pantai, tambak yaa Kang. Ntw itu di naringgul Curugnya meni banyal namanya lalucu pulaaa, sunda pisan.
    Cuzz touring seruu keknya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aslinya teh enakeun touring sekalian kemping kesini cuzz

      Delete
  6. Foto fotonya kang tea...duh bikin pengen juga ada ditempat ini liat matahari tenggelam euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh sekalian kemping enak lihat pemandangan alam disini

      Delete
  7. Wah saya belum pernah ke Naringgul ini, tertarik dengan seribu curugnya. Seru juga menelusuri curug-curug ini satu persatu. Dinding hijau instagramable itu keren juga ya. seger lihatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahh hayu kang kapan2 bareng hunting kesini pasti banyak konten yg didapet hehehe

      Delete
  8. Keindahan Curug luar biasa...keliatan pemandangan asri..sejuk segar.

    Asyik kalo naik ke bukitnya ya..liat kebawah pasti indah banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita yang dibawah pake kendaraan pas mau turun ke lembah nya udah kaya di lembah Harau Sumbar mba

      Delete
  9. Masya Allah .. jujur, saya terkagum-kagum melihat foto-foto di atas. Luar biasa kalau optimal pengelolaan pariwisata di sana. Dengan ketinggian sekitar 1200 mdpl, udaranya pasti sejuk dan sangat nyaman berwisata di sana ya.
    Semoga setelah pandemi ini 3C itu bisa segera terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn saya pun masih belum puas buat explore wisata alamnya disini

      Delete
  10. Mas diaz perjalanannya selalu seru ya sepertinya. Sejuk bangeeet kayaknya lokasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh makasih mba, aku masih yg deket belum kaya mba udah ke luar hehehe

      Delete
  11. Adem dan seger banget yah mas Naringgul ini. Wajib didatengin nih hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mas, jadi salah satu mood booster Klo lagi suntuk

      Delete
  12. Masya Allah bagus banget....Kak, asri dan adem rasanya lihat pemandangan yang hijau-hijau. Semoga segera terealisasi deh prosedur penelolaan kekayaan alam ini ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin mudah2an bisa diterapkan juga didaerah lainnya

      Delete
  13. semoga pandemi ini cepat berlalunya, dan sektor pariwisata kembali berjaya lagi. Keindahan alam sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja. Btw, itu air terjun ada berapa sekali tempat? Kalau dilihat dari foto, lebih dari dua. Sejuk sekali pasti di sana.

    ReplyDelete
  14. wah indah sekali, jadiin wishlist untuk liburan nati setelah pandemi berakhir ah

    ReplyDelete
  15. Ini jangan sampai rusak pokoknya sama para wisatawan yg tak bertanggung jawab. Jabar bener2 surgaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul teh, para pengelola dan masyarakat sekitar masih terus diberi edukasi oleh dinas terkait

      Delete
  16. Bener bener banyak curugnya ya. Biasanya kalo ke tempat wisata curug ya cuma 1-2 curug adanya hehe. Potensial banget untuk jadi tempat wisata dan tempat berkumpul

    ReplyDelete
  17. waw kangen lihat pemadangan yang hijau2 gini..bikin fresh mata dan hati

    ReplyDelete
  18. Aku sampai ngga mau ngelewatin setiap paragraf dari tulisan ini. Mengalir dan kaya diajak ikut ngerasain suasana di Naringgul. Masya Allah Tabarakallah, Indonesia emang negara paling Indah yang pernah ada. Jadi pengen ngajak suami sama anak-anak ke Naringgul. Berhenti di pinggir pantai, main air, ditutup sama camping sambil denger suara air. Masya Allah, indah banget deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah kita bisa lebih tafakur dan tadzabur klo liat pemandangan alam yg indah ini

      Delete
  19. Masya Allah... indahnya. Belum pernah ajak anak2 liat air terjun nih. moga bisa kesampean kalo wabah pendemi sudah berakhir

    ReplyDelete
  20. Masya Allah indah banget pemandangannya , jadi pengen bisa kesana , tetap semangat "jalan-jalannya" ya mas , pastinya setelah pamdemic ini berakhir, supaya bisa selalu berbagi cerita tentang keindahan alam kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, terimakasih mba semoga kita semua diberikan kesehatan selalu

      Delete
  21. Masya Allaaaah, Cianjuuuuuur, langsung jatuh cinta lihat keindahan alamnya. Mengingatkan Kampung Halaman sendiri sebenarnya, di Garut juga termasuk Kota yang banyak Curugnya, tapi jadi bikin pengen jelajah Indonesia lebih sering lagi. Insya Allah menjejak ke Cianjur suatu saat nanti, Amiiiiin.

    ReplyDelete
  22. MasyaAllah ini indah banget sih bang. Duh seketika jiwa travelingku meronta-ronta liat foto-foto ini. Pengen maiiinnn :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ayo bang kita traveling bareng selesai corona

      Delete
  23. Paling suka dengan foto yang ada sawah itu. Masya Allah, kelihatan banyak curugnya dan indah semua

    ReplyDelete
  24. Saya belum pernah ke Cianjur dan habis liat blog ini jadi mupeng karena ternyata banyak pemandangan bagus yaa.. smoga pandemi ini cepat selesai dan kita bisa bebas jalan jalan lagi dengan aman. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo mba inka banyak banget tempat2 bagus disekitaran Cianjur

      Delete
  25. Selalu takjub sama pesona alam Jawa Barat. Bumi Pasundan ga habis buat dieksplor, kayak Ciletuh Sukabumi juga tuh keren banget, Mas. Ada sinergi dengan warga setempat. Saya teringat kunjungan ke Kabupaten Pekalongan 3 tahun lalu, curugnya juga banyak tapi mungkin ga sebanyak di Cianjur ini. Enak banget tuh pas di suatu tempat kita dijamu makanan khas daerah setempat, warga bisa jualan kopi lokal dan camilan khas kampung. Kapan ya bisa ke Cianjur, belum pernah merambah ke sana secara bukan traveler hehe. Kangen lontong isi oncom sama bakwan jeung sambal kacang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti sy coba ajuin ke dinas pariwisata nya buat bikin famtrip

      Delete
  26. bagus banget, lokasi gak jauh dari jakarta masih ada yg alami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih banyak mba, yang deket arah jakarta juga banyak. Kaya candi tri dharma

      Delete
  27. Alamnya masih hijau dan asri banget ya.. Terbayang saya betapa happynya jalan2 ke sana secara wilayah Bandung dan sekitarnya itu panoramanya elok dengan cuaca yang segar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba rita kayaknya perlu beberapa hari biar puas keliling keliling tempat ini

      Delete
  28. Wah gilak Keren sangat,
    Itu bukit yang warna Hijau Tosca,
    Itu beneran warnanya seperti itu?
    Itu btw karena apa ya 🤠

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya warna hijau tosca itu adalah jaring penahan tebing yg sering longsor

      Delete
  29. Wow wow wow, subhanallah bagus banget pemandangannya. Itu bukit dan panorama dari atas, indah sekali. Kapan ya kami kesana??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anytime mba akses jalan juga ga susah. Pokoknya harus nyobain hehehe

      Delete
  30. Aku belum pernah ke Cianjur kakak. Fix postingan ini menggugah nurani saya untuk harus move-on and go.
    Nunggu covid bablas, yuk besok kita main-main ke sini. Maksudnya aku diajakin ke sini gitu

    ReplyDelete
  31. Tanjakan Mala itu mirip banget sama tikungan di daerah Mandalika Lombok. Jadi check point untuk pepotoan, cakep sama. Masya Allah ada di dua daerah berbeda bisa sama gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh aslinya mba? Aku baru tau ada yang sama ditempat lain

      Delete
  32. Waduh keren banget mas. Saya suka banget dolan ke Curug, kebetulan di Jogja dan sekitarnya ada banyak wisata alam serupa, jadi lumayan buat refreshing. Makasih ya reviewnya 😄👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba curug ini kaya mood booster buat refreshing kita

      Delete
  33. Waw Keren banget
    Saya pernah asruk asrukan ke sindang barang, ke curug juga tapi ga tau namanya
    Cianjur selatan emang potensial pisan, ah Jabar lah, sayang baru disentuh pemerintah yang sekarang itu pun belum optimal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh pernah ke sindang barang juga ambu. Iya masih banyak yang belum kesentuh pemerintah

      Delete
  34. Baca ini aku jadi kangen main ke curug nih. Beneran kangen banget. Kapan coba bisa main ke sini ya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts