TBM Cibungur Kembali Beraktivitas Dengan Adaptasi Kebiasaan Baru


Peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam mendorong minat baca di masyarakat bisa dibilang tidak segampang membalikkan telapak tangan. Apalagi ditengah gempuran kemajuan teknologi dan budaya luar yang sedikit banyaknya mempengaruhi pola berpikir masyarakat saat ini.

Hal itu diutarakan ketika penulis bertemu langsung dengan pengelola TBM Cibungur kang Wildan Awaludin yang telah mengelola TBM Cibungur sejak 2009 dan menjadi salah satu wadah bagi masyarakat di Batujajar untuk mengetahui pentingnya literasi.


Menurut kang Wildan, tantangan di era globalisasi ini terasa lebih sulit. Betapa tidak saat ini banyak anak-anak yang condong lebih suka menghabiskan waktunya dengan bermain gadget dibandingkan dengan membaca buku.

Tetapi hal itu tidak menjadikan alasan ataupun penghalang. Pengelola TBM pun selalu melakukan kegiatan-kegiatan agar TBM bisa eksis dan di terima di tengah masyarakat, seperti kegiatan yang pernah dilakukan beberapa waktu kebelakang yakni Ketampi (Keterampilan, Membaca, dan Apresiasi).


Program Ketampi tersebut bekerjasama dengan para mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) saat mereka melakukan KKNM-PPM integratif bertemakan 'pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui pembinaan perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.

Sedikit mengulas tentang TBM Cibungur, yang merupakan saru dari 48 TBM  tersebar di setiap Desa di Kabupaten Bandung Barat. Dan ternyata banyak prestasi membanggakan yang telah diraih oleh pengurus maupun TBM nya sendiri, serta kegiatan positif yang sudah dilakukan bahkan yang penulis lihat lebih menyentuh sisi kemanusiaan.


Sebut saja penghargaan Pemuda pelopor peningkatan minat baca Kab. Bandung Barat, apreasi PTK PAUDNI tingkat Kab. Bandung Barat, apreasi PTK PAUDNI tingkat Provinsi Jawa Barat hingga tingkat nasional, penghargaan dari wakil ketua MPR RI, serta penghargaan dari Gubernur Provinsi Jawa Barat di bidang pemberdayaan masyarakat.

Saat ini TBM Cibungur kembali menjalankan aktivitas nya setelah beberapa bulan beristirahat. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer ketika berkunjung ke TBM Cibungur ini. Selain itu pengunjungnya pun dibatasi tidak seperti hari hari biasa.


Menurut kang Wildan mengapa TBM Cibungur ini kembali diaktifkan karena di TBM Cibungur ini tidak hanya sebagai pusat kegiatan literasi, akan tetapi menjadi pusat kegiatan yang menunjang skill dan kemampuan generasi millneial. Kang Wildan berharap, dari kegiatan ini anak-anak di Desa Batujajar Timur bisa mendapatkan manfaat berupa keterampilan, peningkatan kepercayaan diri, serta berpikir kreatif meski dalam keadaan terbatas.



Comments

  1. wah dengan dibukanya kembali akan memberi kesempatan anak2 bisa membaca

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts