Mengenal Buah Alkesa Buah Langka Dengan Julukan Sawo Walanda



Pernahkah para pembaca mencoba mencicipi buah langka di Indonesia? akan tetapi buah itu tidak tumbuh di pedalaman hutan belantara. Justru buah tersebut tumbuh di daerah pemukiman warga pada umumnya. Penasaran kan seperti apa buah langka apakah itu??. 

Nama buah tersebut adalah buah alkesa. Buah yang masuk ke jenis sawo-sawoan dengan nama latin Pouteria campechiana ini sering juga disebut campoleh atau sawo walanda oleh orang sekitar wilayah kampung Margaluyu Desa Citatah tempat dimana buah alkesa ini bisa kita temukan.



Dalam perjalanan ketika kita akan menuju daerah Cianjur ataupun sebaliknya, tepat setelah kita menemukan para pedagang peuyeum (tape) singkong berjejer disepanjang jalan nasional, kita bisa mendapatkan pedagang yang mendagangkan buah alkesa yang berwarna kuning keemasan dipinggiran jalan. Ada sekitar 20 kios pedagang buah alkesa di sebelah kiri dan kanan jalan.

Para pedagang alkesa di kampung Margaluyu ini memulai berjualan di awal tahun 2000-an. Awalnya tidak banyak orang yang mau berjualan buah alkesa hanya ada sekitar tiga kios saja yang menjajakan buah alkesa atau sawo walanda ini. Dan itu pun bukan warga setempat akan tetapi berasal dari daerah Citatah. 


Namun, setelah melihat banyak orang yang membeli sawo walanda tersebut, terutama pengguna kendaraan yang melintas dari Jakarta/Bogor melalui jalur Puncak menuju Bandung. Pada akhirnya masyarakat di sekitar kampung Margaluyu pun ikut berbondong-bondong berdagang buah alkesa. Buah alkesa sendiri tidak dihasilkan di daerah Margaluyu, mereka memperoleh buah alkesa dari beberapa daerah sekitar seperti Cirawa, Cikalong Wetan, dan Rajamandala.

Para pedagang buah alkesa ini menjual buah alkesa dengan harga Rp 20.000 per ikat. Satu ikat nya terdiri dari 10 buah hingga 12 buah alkesa. Perhari nya para pedagang bisa menjual rata-rata tujuh sampai delapan ikat buah alkesa. Menurut Pa Asep salah satu pedagang, jika kondisi normal tidak sedang pandemi, perhari nya mereka bisa menjual sepuluh hingga dua belas ikat buah alkesa. Sayang kondisi pandemi serta PPKM merubah semuanya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa buah alkesa ini bisa disebut sawo walanda? Padahal sejarahnya buah alkesa ini berasal dari daratan Amerika Tengah tepatnya berasal dari Guatemala, serta Meksiko. Cerita orang tua Pa Asep dulu, buah alkesa ini banyak ditemukan di gedung-gedung peninggalan Belanda. Itulah kenapa pada akhirnya buah alkesa ini disebut dengan sawo walanda.

Comments

  1. oh, aku sering lihat di jalanan dan penasaran dengan buah ini, makasih infonya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts