Mengenal 15 Situ Yang (Pernah) Ada Di Wilayah Bandung



Bandung yang dikenal sebagai daerah pariwisata dan memiliki sejarah Danau Bandung Purba sangat diuntungkan dengan topografi wilayahnya yang berbukit-bukit. Selain mempunyai berbagai jenis wisata alam kecuali pantai, tentunya kawasan Bandung mempunyai beberapa wisata unggulan. 

Situ atau danau atau sering juga disebut talaga merupakan salah satu pilihan dari banyaknya tempat wisata yang ingin dikunjungi ketika berada di Bandung. Selain tempatnya yang menawarkan suasana sejuk dan nyaman, beberapa situ sudah ditata sedemikian rupa dan menjadi sangat instagramable.

DIlihat dari sisi sejarah, legenda, dan keunikannya, banyak sekali situ atau talaga yang ada di Bandung dan layak direkomendasikan untuk dikunjungi sebagai tempat berwisata. Dan berikut adalah 15 situ atau talaga yang (pernah) ada di wilayah Bandung.

1. Situ Cileunca
Situ Cileunca

Berlokasi di daerah Pangalengan Kabupaten Bandung, situ atau talaga yang memiliki luas 1.400 hektar dengan kedalaman 17 meter ini dibangun sekitar tahun 1918 untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat serta untuk mengairi laha perkebunan teh di daerah tersebut. 

Sumber air yang melimpah dari sungai Palayangan ditampung di situ Cileunca dan dipergunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Kini fungsi Situ Cileunca selain menjadi tempat budidaya ikan, juga menjadi tempat wisata yang sangat diminati pengunjung terutama setelah dibangunnya jembatan cinta yang menjadi spot instagramable.

2. Situ Cisanti
instagram.com/nurrihsan

Situ Cisanti yang merupakan hulu sungai atau titik 0 KM sungai Citarum ini merupakan situ/danau buatan yang menampung air dari 7 sungai utama sungai Citarum yakni sungai Cikawadukan, Cikahuripan, Cisanti, Pangsiraman, Cikoleberes, Cihaniwung, dan Cisadana. 

Lokasi situ seluas 7 hektar ini berada dalam wilayah Perhutani di kaki Gunung Wayang, tepatnya di daerah Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Berjarak 60KM dari pusat kota Bandung menuju ke Selatan, dan diperlukan waktu sekitar 3 jam untuk bisa sampai ke tempat ini. 

Situ yang dibuat tahun 2001 ini dibuat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air yang merupakan hulu sungai terpanjang di Jawa Barat yang mengalir sepanjang 300 KM hingga berakhir di Pantai Muara Bendera Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi.

3. Situ Sipatahunan
instagram.com/gan_gan_jatnika

Masih di Kabupaten Bandung, tepatnya di daerah Baleendah, terdapat sebuah situ yang hanya berjarak 13 Km dari pusat kota Bandung. Situ Sipatahunan ini merupakan sebuah danau buatan yang memang dibangun oleh pemerintah di tahun 1971 hingga 1975 dengan sumber air yang berasal dari hulu sungai Cigajah dan Cipancur. 

Selain sebagai sumber pengairan lahan pesawahan yang ada di Baleendah, Situ Sipatahunan yang memiliki luas 10 hektar ini juga difungsikan sebagai tempat wisata dan budidaya ikan. Beberapa tahun ke belakang oleh DInas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung tempat ini juga dijadikan berlangsungnya Festival Situ Sipatahunan.  


4. Situ Cimangsud
instagram.com/bambang_arifianto

Situ yang berada di kawasan perkebunan Cimangsud Desa Kertamukti Kecamatan Cipatat ini 
merupakan situ atau danau alami dan bukan buatan. Sumber air Situ Cimangsud berasal dari tadahan hujan dan mata air yang berada di kawasan Perkebunan Cimangsud.

Situ Cimangsud yang mempunyai luas kurang lebih satu hektar ini difungsikan sebagai sumber penyiraman air bagi tanaman-tanaman perkebunan. Selain itu, saat ini Situ Cimangsud sering digunakan sebagai tempat wisata dan lokasi memancing masyarakat sekitar.


Untuk bisa mencapai ke lokasi Situ Cimangsud, kita dapat melewati beberapa akses yang bisa dipergunakan pengunjung. Yakni masuk melewati Jalan Nasional menuju Stasiun Cipatat dan terus hingga tiba di perkebunan Cimangsud. Atau juga bisa melewati jalur Cipeundeuy via Sirnaraja dan langsung tiba di Situ Cimangsud.

5. Situ Lembang
Situ Lembang

Lokasinya yang berada ditengah-tengah hutan dan diapit dua gunung yakni gunung Tangkuban Parahu serta gunung Burangrang membuat Situ Lembang ini menjadi salah satu pilihan tempat untuk mencari suasana tenang dan hening. Tak salah Situ Lembang dipilih sebagai tempat latihan dari Pusdikkopassus untuk melatih para prajuritnya. 

Situ Lembang sendiri terbentuk dari kaldera hasil dari letusan Gunung Sunda, jauh sebelum adanya Gunung Tangkuban Parahu. Dan pada tahun 1912 kaldera tersebut mulai digenangi air yang bersumber dari hulu sungai Cimahi dan hulu cai Gunung Burangrang.

6. Situ Ciseupan
Situ Ciseupan

Situ Ciseupan ini terletak di Kampung Ciseupan kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, atau berjarak sekitar 8 KM dari pusat kota Cimahi. Situ Ciseupan ini dahulunya merupakan bekas galian pasir yang telah terendam air selama puluhan tahun dan lambat laut menggenang menjadi sebuah danau. 

Dengan luas sekitar 5 hektar, Situ Ciseupan ini menjadi salah satu pilihan tempat wisata ditengah kota di Cimahi. Selain bisa melakukan olahraga air seperti berperahu, berenang, memancing, bahkan kegiatan outbond atau flying fox juga tersedia. Yang terbaru di Situ Ciseupan sudah dibangun penginapan berkonsep glamour camping (glamping) di tepi situ ini.

7. Situ Umar
instagram.com/diazhollic

Banyak yang tidak mengetahui kalau danau yang berada di dalam kawasan wisata Floating Market Lembang ini bernama Situ Umar. Danau 
dengan luas sekitar 7.2 hektar yang terbentuk sekitar tahun 2000-an ini dulunya dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat memancing dan untuk mengairi lahan pertanian serta perkebunan di sekitar situ. 

Sempat lahannya dibeli oleh perusahaan AMDK tahun 2008, dan pada tahun 2012 berubah menjadi tempat wisata Floating Market Lembang dengan tetap membuat Situ Umar ini kembali dinikmati pengunjung. 

8. Situ Lembang Dano
Situ Lembang Dano

Sekilas mungkin dilihat dari nama Situ Lembang Dano ini mirip dengan nama Situ Lembang yang berada di daerah Jayagiri Lembang. Akan tetapi sebenarnya lokasinya sangat berjauhan. Berlokasi di Desa Cipada Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat, situ seluas 30.000 meter persegi ini menjadi salah satu potensi pariwisata yang sedang dikembangkan oleh masyarakat sekitar dengan bantuan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat sejak 2 tahun yang lalu. 

DIsini para pengunjung bisa menikmati pemandangan situ dengan berlatarkan pepohonan dan Gunung Burangrang. Selain itu di Situ Lembang Dano ini juga para pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas seperti spot pemancingan, wahana angsa, spot foto, kuliner, dan balai pertemuan. Yang menarik, debit air di Situ Lembang Dano ini tidak pernah surut meskipun disaat musim kemarau. Hal itu disebabkan sumber air alami yang mengalir ke SItu Lembang Dano ini berasal dari mata air di kaki Gunung Burangrang.

9. Situ Ciburuy
instagram.com/hadi_an_adventurer

Situ Ciburuy ini merupakan salah satu situ yang berlokasi di tengah tengah perkotaan bahkan hanya berjarak 100 meter dari jalan nasional Bandung – Cianjur. Situ seluas 41 hektar ini menjadi salah satu penopang kehidupan di wilayah Desa Ciburuy. Selain dimanfaatkan sebagai tempat wisata, situ inipun menjadi sumber pengairan bagi lahan perkebunan m,aupun pertanian disekitar Situ Ciburuy. Selain itu, situ inipun dimanfaatkan untuk budidaya perikanan dan juga sebagai tempat 

Situ yang sudah ada sejak jaman Belanda ini sangat dikenal hingga namanya disebut dalam lirik di lagu Bubuy Bulan yang dinyanyikan oleh Nining Meida. Dalam lirik tersebut disebutkan "Situ Ciburuy laukna hese dipancing.." (Situ Ciburuy ikan nya susah dipancing) dan memang sudah menjadi cerita turun temurun mengenai adanya ikan mas berukuran raksasa yang sesekali muncul ke permukaan air situ. Warga sekitar menyebut ikan raksasa yang dipelihara oleh orang Belanda itu "Si Rawing".

Saat ini Situ Ciburuy sedang dalam tahap akhir revitalisasi perbaikan setelah mendapatkan bantuan dari Pemprov Jawa Barat sebesar 42 Miliar. Nantinya wayah Situ Ciburuy akan lebih ciamik dengan berbagai fasilitas baru yang rencananya akan diresmikan pada bulan Juli 2022 mendatang.


10. Situ Sangkuriang

Situ Sangkuriang

Jika kita yang sering bermain ke Gunung Bukit Tunggul Lembang untuk berkemping ria, tentunya kita akan melewati sebuah situ yang sangat memanjakan mata. Situ tersebut oleh warga sekitar diberi nama Situ Sangkuriang yang tidak terlepas dari cerita legenda mitologi Jawa Barat yakni Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Konon pohon yang ditebang untuk dijadikan perahu oleh Sangkuriang ini tunggul nya menjadi sebuah gunung yang kini menjadi Gunung Bukit Tunggul. 

Nah Situ Sangkuriang sendiri sebenarnya bukan situ atau danau alami, akan tetapi sebuah reservior buatan yang dibangun sejak tahun 2009 untuk menampung air dan mencegah abrasi. Lokasinya berada di kampung Bukit Tunggul Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang  Kabupaten Bandung yang tepat diantara cekungan Gunung Bukit Tunggul dan Gunung Palasari jauh dari hiruk pikuk keramaian dan dikelilingi rimbunan pohon yang asri.

Untuk memasuki kawasan Bukit Tunggul, kita bisa membayar tiket sebesar Rp 10.000,- sekaligus menikmati beberapa tempat yang menarik selain Situ Sangkuriang yakni bangunan pabrik kina yang dibangun sejak jaman Belanda dan bumi perkemahan Bukit Tunggul. 


11. Situ Cipanunjang
Situ Cipanunjang

Banyaknya perkebunan teh di daerah Pangalengan yang sudah ada sejak jaman Belanda, secara tidak langsung mengharuskan tersedianya sumber pengairan untuk mendukung perkebunan teh bisa berjalan dengan baik. Seperti hal nya Situ Cipanunjang yang berdekatan dengan Situ Cileunca, fungsinya sebagai penunjang jika kebutuhan air di Situ Cileunca tidak bisa mencukupi keperluan pengairan.

Terletak di Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, untuk bisa mencapai Situ Cipanunjang ini pengunjung harus menyebrangi dulu Situ Cileunca. Posisi ketinggian Situ Cipanunjang lebih tinggi 100 meter dibandingkan Situ Cileunca, sehingga sebagian air Situ Cileunca juga hasil dari limpahan Situ Cipanunjang. Lokasinya yang tersembunyi membuat pengunjung di Situ Cipanunjang relatif lebih sepi. 

Di Situ Cipanunjang selain dimanfaatkan sebagai sumber pengairan dan perikanan, disini juga dimanfaatkan menjadi kawasan wisata. Di tengah Situ Cipanunjang terdapat bukit hijau yang sering dijadikan spot berfoto para pengunjung. Selain itu terdapat juga sebuah bangunan unik yang berbentuk bulat dan merupakan bangunana peninggalan jaman Belanda. 

12. Situ Patenggang
instagram.com/essagy18

Berlokasi di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, Situ Patenggang atau Patengan ini sudah sejak lama menjadi primadona sebagai tempat wisata di kawasan Selatan Bandung. Dengan luas hampir 45.000 hektar, Situ Patenggang ini menjadi situ terluas yang ada di Jawa Barat. Patengang berasal dari kata "pateang-teangan" atau saling mencari. Situ Patenggang pun terkenal dengan cerita rakyat legenda Batu Cinta yang merupakan tempat pertemuan Ki Santang dan Dewi Rengganis di tengah-tengah Situ Patenggang. 

Terletak diketinggian 1.600 meter diatas permukaan laut, membuat kondisi di Situ Patenggang ini cenderung sejuk bahkan dingin disituasi tertentu. Tak salah di sisi sebelah Barat dari Situ Patenggang ini dijadikan kawasan wisata dengan fasilitas penginapan berkonsep glamping (glamour camping). Selain itu terdapat restoran berbentuk kapal Pinishi yang menjorok ke pinggir situ dan menjadi salah satu spot foto terfavorit bagi para pengunjung.

13. 
Danau Love (Danau Cinta)
Danau Love (Danau Cinta)

Danau atau situ yang satu ini sebenarnya danau buatan yang difungsikan sebagai danau tadah hujan untuk mengairi perkebunan dan pesawahan yang ada di sekitar daerah Desa Ciptaharja Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. 

Danau yang luasnya hampir satu hektar ini memiliki bentuk yang unik jika diambil gambarnya dari atas menyerupai bentuk hati sehingga masyarakat sekitar memberi nama danau tersebut dengan sebutan Danau Cinta. Akses jalan menuju lokasi memang belum tersedia bahkan hanya memanfaatkan jalan setapak bekas para petani atau pencari kayu bakar yang melintasi danau ini.  

14. Situ Aksan
Situ Aksan

Dahulu SItu Aksan yang mulai ada sekitar tahun 1927 dikenal sebagai tempat wisata air paling digemari di Bandung. Situ Aksan dahulunya merupakan bekas galian tanah liat yang dipergunakan untuk membuat bata merah milik pengusaha H. Mas Aksan. 

Bekas galian seluas 4 hektar dengan kedalaman 1-1,5 meter ini diairi air dari sungai Leuwi Limus. Setelah dialiri air, Situ tersebut diisi berbagai jenis ikan seperti ikan bogo, mujair, deleg, lele, gabus, tambakang, kancra, nilem, gurame, dan ikan mas. Dipinggiran Situ juga ditanami berbagai jenis pepohonan rindang seperti ki hujan, waru, kopo, beringin, kupa, sawo, dan jamblang. 

Sayangnya di akhir tahun 70'an kondisi situ Aksan semakin memprihatinkan, kondisi airnya semakin surut dan di beberapa sisi situ, sudah mulai dibangun rumah rumah warga. Saat ini masyarakat Bandung hanya mengenal Situ Aksan yang berada di daerah Jamika hanya sebagai nama jalan saja.

15. Situ Bolang

Situ Bolang

Satu lagi situ atau danau yang keberadaannya kini sudah nyaris bahkan memang sudah hilang. Lokasinya yang berada di Kampung Situ Bolang Desa Margajaya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat jika dilihat sekarang hanya menyisakan hamparan persawahan saja. Proyek Jalan Tol Cipularang secara tidak langsung merusak sumber mata air dari Situ Bolang tersebut. 

Dahulu Situ Bolang ini menjadi sumber pengairan lahan pertanian maupun perkebunan di daerah Margajaya. Selain itu, Situ ini juga menjadi tempat favorit masyarakat untuk beristirahat di bawah pepohonan yang rindang atau sekedar untuk memancing ikan. 

Di Situ Bolang ini juga dulunya sering dipakai berlatih para murid dari perguruan pencak silat pimpinan Abah Nampon yang pada akhirnya aliran silat Nampon menyebar keseluruh wilayah Indonesia.


Itulah beberapa Situ atau Danau yang keberadaannya masih (dan pernah ada) di wilayah Bandung. Semoga bisa menjadi tambahan ilmu ataupun informasi bagi siapapun yang membaca. Dan semoga keberadaan Situ-Situ tersebut bisa terus dijaga sebagai warisan bagi anak cucu kita kelak. Aamiin.

Komentar

Postingan Populer