Peran Serta BUMN Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Di Kabupaten Bandung Barat

Dokumentasi pribadi 


Perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Bandung Barat yang saya lihat dan perhatikan semenjak bergabung dengan komunitas pariwisata GENPI dari tahun 2016 terlihat sangat signifikan. Hal ini bisa dilihat dengan munculnya beberapa tempat wisata baru berbasis komunitas atau masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung Barat. 

Jika selama ini wisata di Kabupaten Bandung Barat identik dengan Wilayah Utara seperti Lembang Parongpong ataupun Cisarua, saat ini perkembangannya lebih merata hampir di semua Kecamatan mempunyai tempat-tempat wisata unggulan yang tentunya membantu perkembangan pembangunan desa ataupun dari segi ekonomi kerakyatan. 

Geliat pariwisata di Bandung Barat bahkan di Indonesia ikut terdorong dengan kebijakan-kebijakan pariwisata dan strategi yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata yang saat itu dipimpin oleh Bapak Arief Yahya. Bagaimana tourism digital 4.0 dikemas untuk menjadi sebuah strategi dalam meningkatkan dan memajukan pariwisata di tanah air. 

Karena menurut beliau (Arief Yahya) hampir 70% wisatawan baik asing maupun domestik yang berkunjung ke tempat-tempat wisata di Indonesia, sudah menggunakan media digital untuk mencari ataupun memesan akomodasi wisata.

Sumber : apjii.or.id

Selain itu, tinggi nya pengguna internet maupun sosial media di Indonesia secara tidak langsung ikut berperan serta dalam perkembangan pariwisata di tanah air. Pengguna sosial media yang mayoritasnya adalah generasi milenial dengan kecendrungan selalu ingin tampil dan diakui, sehingga menuntut mereka untuk selalu eksis di media sosial dengan memposting foto maupun video di berbagai tempat wisata.

Hal itu berdampak terhadap perkembangan tempat wisata tersebut. Yang awalnya hanya beberapa orang saja yang berada di sekitar tempat wisata itu yang mengetahui, lambat laun menjadi bertambah dikenal setelah melihat postingan di sosial media ataupun obrolan dari mulut ke mulut. 

Dokumentasi pribadi 

Contoh nyata yang ada di Kabupaten Bandung Barat adalah Sanghyang Heuleut yang terletak di Desa Rajamandalakulon Kecamatan Cipatat. Dahulu Sanghyang Heuleut mungkin hanya menjadi tempat warga sekitar untuk mencari ikan ataupun mandi setelah mencari kayu bakar saja. Akan tetapi setelah ramai di media sosial, banyak pengunjung berdatangan ke Sanghyang Heuleut tidak hanya dari wilayah Bandung Barat, dari berbagai daerah di Indonesia bahkan wisatawan dari mancanegara pun ikut penasaran untuk mendatangi tempat ini.

Dampak dari banyaknya pengunjung ke Sanghyang Heuleut ini membuat warga masyarakat di sekitaran Sanghyang Heuleut berinisiatif berjualan dengan membuat warung-warung jajanan dibeberapa titik yang menjadi jalur perjalanan menuju atau pulang dari Sanghyang Heuleut. 

Untuk lebih menertibkan para pedagang serta pengelolaan Sanghyang Heuleut, dibentuk lah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dibawah binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat. Selain dibina bagaimana cara mengelola tempat wisata yang baik dan benar, Pokdarwis Sanghyang Heuleut pun dilatih berbagai berbagai keahlian baik dari segi promosi, tata kelola, hingga pengembangan home stay dan amenitas lainnya.

Kebutuhan akan internet di tempat wisata saat ini dirasa sangatlah penting adanya. Bagaimana tidak, para pengunjung yang datang ke tempat wisata sudah pasti akan memanfaatkan setiap momen ketika berada di destinasi wisata tersebut dan membagikannya melalui media sosial baik Instagram, Tiktok ataupun Youtube. 

Terlebih para content creator ataupun travel blogger seperti saya sendiri yang akan langsung mengabadikan momen momen selama mengunjungi tempat wisata tersebut. Apalagi ketika dikejar deadline pekerjaan yang mengharuskan kita mengirimkan data ataupun hasil pekerjaan kita secepatnya, padahal kita sedang berada di tempat wisata alam misalkan.

Manfaat Internet ditempat wisata tidak hanya dirasakan oleh para pengunjung saja, akan tetapi warga masyarakat disekitar tempat wisata pun ikut terbantu dengan adanya jaringan internet di tempat mereka. Seperti Kang Agus, salah satu pengurus Pokdarwis Sanghyang Heuleut yang merangkap sebagai pemandu wisata pun turut merasakan manfaat adanya internet. 

Kang Agus yang jeli melihat peluang dari banyak nya pengunjung yang datang setiap hari, memasang iklan jasa layanan pemandu wisata berikut dengan penyediaan nasi liwet yang melibatkan kan istrinya. Dan hal ini berdampak juga terhadap perbaikan perekonomian keluarga mereka.

Peran serta Telkom Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam perkembangan pariwisata terutama dalam penyediaan jaringan dan jasa telekomunikasi, informasi, media, maupun edutaintment memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di tanah air. Hadirnya IndiHome sebagai anak perusahaan dari PT. Telkom Indonesia yang hingga Desember 2021 sudah menjangkau 96,5 persen atau 946 dari 51 kabupaten/kota di Indonesia.

Tentunya dengan kehadiran IndiHome di destinasi wisata ini akan lebih menambah berkembangnya sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif yang ada di tempat wisata tersebut. Dengan berbagai layanan add-on yang dimiliki seperti Wifi.id Seamless yang bisa dimanfaatkan untuk berlangganan hanya dengan biaya Rp. 10.000 per bulan per perangkat dengan kecepatan internet hingga 100 Mbps. Atau jika merasa kecepatannya masih kurang bisa menggunakan layanan Speed On Demand yang bisa diatur kecepatan internet nya secara temporer sesuai dengan keinginan.

Atau jika ingin menambah kecepatan internet secara permanen bisa melalui layanan Upgrade Speed dan Wifi Extender yang bisa memperluas jangkauan sinyal wifi di beberapa titik tempat wisata tanpa menggunakan kabel lho. Nah kurang bagaimana lagi coba layanan IndiHome sehingga para pengguna Internetnya Indonesia semakin maju dan berkembang. Karena sesuai dengan slogan BUMN "Hadir Untuk Negeri" yang manfaatnya bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Artikel ini diikutsertakan dalam IndiHome Blog Competition 

Sumber Referensi : 

Peran Telkom Dianggap Strategis Bangun Digital Tourism Hub

Hampir 100 Persen Kota atau Kabupaten di Indonesia Dijangkau IndiHome

https://indihome.co.id/addon



Komentar

  1. Jman sekarang promosi melalui online memang sangat disarankan, karena ngikutin perkembangan internet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat setuju mas, karena kalo dimanfaatkan ke hal yang positif, perkembangan internet bisa sangat kuat dampaknya

      Hapus
  2. Berkat internet tempat wisata bisa viral yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. The power of social media tea geuning teh hehehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer