Pacu Adrenalin Dengan Canyonering Di Curug Cikondang Cianjur



Ada berbagai cara untuk menikmati keindahan alam negeri ini yang sangat kaya. Salah satunya dengan apa yang seperti komunitas Cora Jump lakukan. Mereka menikmati indahnya air terjun atau curug Cikondang dengan melakukan canyonering.

Canyonering sendiri adalah olahraga ekstreme menuruni gunung dan menaiki tebing dengan teknik single roof atau yang lebih dikenal rappelling dan ascending di air terjun. Teknik single roof adalah cara bagaimana pelaku olahraga ini menggunakan seuntas tali sebagai sarana untuk menaiki dan menuruni air terjun tersebut.
Curug Cikondang yang berada di Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur ini adalah salah satu air terjun eksotis dan lokasinya dekat dengan situs megalitik Gunung Padang. Air terjun ini ternyata tidak hanya bisa dinikmati dengan mandi air atau berenang, tapi juga dengan salah satu olahraga extreme seperti Rappelling. Rappelling sendiri merupakan kegiatan menuruni air terjun, yang masuk dalam aktivitas canyonering.

Menurut kang Eko Fitriyanto salah satu pendiri Cora Jump, aktivitas Canyonering ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 yang berawal dari kegemarannya melakukan olahraga extreme ini hingga akhirnya dikembangkan menjadi sebuah wisata experience.
Peralatan yang dibutuhkan untuk bermain Canyonering sebenarnya sama dengan peralatan yang dipergunakan untuk memanjat tebing. Sementara cara penggunaan alat untuk menaiki dan menuruni tebing dengan menggunakan acender dan descender atau alat turun naik mendaki tebing.

Karena kegiatannya di daerah pegunungan dan harus melawan deras nya air terjun, para pelaku olahraga ekstrem ini harus berhati-hati dengan serangan hipotermia. Oleh karena itu asupan gizi sangat dibutuhkan oleh para penggiatnya.
Jika dilihat perbandingan tingkat kesulitan antara panjat tebing dengan canyonering sebenarnya sama saja. Cuma canyonering dinilai lebih menantang karena selain harus menghadapi tebing yang curam, arus air terjun yang deras, kita juga harus menghadapi ancaman hipotermia. Selain kesiapan fisik, dan konsumsi makanan bergizi kesiapan mental yang kuat pun jadi kunci dalam melakukan canyonering.

Untuk pemilihan air terjun juga harus diperhatikan, dan lokasi yang ideal adalah mulut air terjun harus lebar dan debit airnya tidak terlalu deras. Seperti Curug Cikondang ini yang mempunyai ketinggian 50 meter dan lebar 30 meter menjadi lokasi pilihan bagi Cora Jump untuk melakukan aktivitas canyonering.
Walaupun terbilang ekstreme olahraga Canyonering ini sudah banyak yang menggelutinya, terutama para pemanjat tebing yang ingin mencari sensasi dan tantangan baru dengan memanjat dan menuruni tebing di air terjun. Bahkan beberapa acara petualangan di stasiun televisi swasta sudah pernah mencoba sensasi memacu adrenalin dengan canyonering di Curug Cikondang ini.

Bagaimana? berminat untuk mencoba olahraga extreme ini? minimal dengan 6 orang saja kita sudah bisa menikmati sensasi canyonering di Curug Cikondang ini. Selain didampingi oleh para pendamping terlatih peserta kegiatan ini juga sudah dilindungi asuransi.

Comments

  1. wooow, aku sih penggila wahana extreme, tp so far yg aku srg mainin itu skydiving, bungee jumping, ato segala hal yg berbau ketinggian. Trakhir bungee di macao tower 233 m.

    naaah, kalo canyonering ini aku msh ragu, karena ada airnya hahahahahah.. ntah napa ya mba, kalo extremenya terkait air, kayak diving, ato yg begini, aku lgs ciut. mungkin krn ga bisa berenang, jd kuatirnya tenggelam, walopun aku yakin ini pasti aman. butuh waktu ngilangin takut tenggelamnya ini sih :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts